Pelatihan Keluarga Sehat Bagi Petugas Puskesmas Angkatan I

Pelatihan Keluarga Sehat Bagi Petugas Puskesmas Angkatan I Kab. Batanghari di Bapelkes Jambi pada 10 s/d 14 April 2017

Pembinaan dan Penyuluhan PHBS Sekolah

pembinaan dan penyuluhan bagi warga SDN 123 Desa Selat tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Orientasi Terpadu Kesling Kab. Batanghari 2017

Orientasi Terpadu kesling kab. Batanghari diselenggarakan di Muara Bulian pada 4-7 April 2017

Lomba Dokter Kecil Puskesmas Selat

Foto Bersama Juara I, II dan III Dokter Kecil Puskesmas Selat

Media promosi kesehatan

Poster-poster yang diletakkan di ruang tunggu polindes yang sangat berguna sebagai media promosi kesehatan

Showing posts with label Puskesmas. Show all posts
Showing posts with label Puskesmas. Show all posts

Wednesday, July 26, 2017

Sosialisasi Peraturan Daerah Kabupaten Batang Hari No. 8 Tahun 2016 Tentang Kawasan Tanpa Rokok di Wilayah Kerja Puskesmas Selat

Dalam rangka mewujudkan masyarakat kabupaten Batang Hari yang sehat, Pemerintah Kabupaten Batang Hari menetapkan Perda No. 8 Tahun  2016 Tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Kawasan Tanpa Rokok yang selanjutnya disebut KTR adalah tempat atau ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok atau kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan, dan atau mempromosikan produk tembakau.

Adapun tujuan ditetapkannya Perda ini adalah :

1.     Mewujudkan kualitas udara yang bersih dan sehat di lingkungan KTR;
2. Memberikan perlindungan kepada masyarakat dari dampak buruk rokok baik langsung maupun tidak langsung;
3.     Meningkatkan produktivitas kerja dan pelayanan umum yang optimal;
4.     Menciptakan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat; dan 
5.     Melarang memproduksi, penjualan, iklan, promosi dan/atau penggunaan rokok di KTR. 

Tempat atau area yang termasuk Kawasan Tanpa Rokok adalah : 

1.       Fasilitas Pelayanan Kesehatan; 
2.       Tempat Proses Belajar Mengajar; 
3.       Tempat Anak Bermain; 
4.       Tempat Ibadah; 
5.       Angkutan Umum; 
6.       Tempat Kerja; Dan
7.      Tempat Umum Milik Dan/Atau Dikelola Oleh Pemerintah.


 Puskesmas Selat










Desa Ture





Desa Selat





Desa Lopak Aur





Desa Kaos





Desa Pulau Raman





Desa Olak Rambahan





Desa Teluk




Download Peraturan Daerah Kabupaten Batang Hari Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Kawasan Tanpa Rokok :
Download Button

Monday, May 29, 2017

Akses air pedesaan: mengapa negara harus mengikuti petunjuk Paraguay?


Dengan lebih dari 94% penduduk pedesaan mengakses air yang aman, negara-negara di seluruh Amerika Latin dan sekitarnya dapat belajar dari kesuksesan fenomenal Paraguay
Di komunitas kecil Juan Augusto Saldívar, sekitar satu jam di luar ibu kota Paraguay, Julian Marecos adalah presiden dewan air setempat. Dia relawan dengan empat orang lainnya untuk mengawasi layanan air masyarakat, yang didirikan pada tahun 1993 dan memasok lebih dari 3.800 pengguna, termasuk sekolah, pusat kesehatan, gereja, dan orang lain di wilayah sekitar.

Lahir dan dibesarkan di daerah tersebut, Marecos masih mengingat kesulitan untuk mengakses air minum. "Secara tradisional, keluarga biasa mendapatkan air dari sumur yang mereka punya di rumah mereka tapi seringkali, terutama selama musim panas, sumur ini mengering," katanya. "Terima kasih kepada dewan, kita tidak lagi memiliki kesulitan ini dan kita memiliki air minum yang tersedia, yang membantu kita menghindari banyak penyakit."

Di seluruh Amerika Latin, 30 juta orang tidak memiliki akses terhadap air bersih sementara 100 juta masih kekurangan akses terhadap sanitasi. Ini terlepas dari wilayah yang menjadi tempat tinggal sepertiga sumber air tawar dunia. Isu tersebut diprioritaskan pada tujuan pembangunan milenium (MDGs), yang memberi target untuk mengurangi separuh, pada tahun 2015, proporsi penduduk tanpa akses berkelanjutan terhadap air minum yang aman dan sanitasi dasar.

Hanya satu negara yang mengelola ini di daerah pedesaan: Paraguay. Sebenarnya, ini terlalu berhasil mencapai tujuan; Lebih dari 94% penduduk pedesaan sekarang memiliki akses terhadap air bersih, dibandingkan dengan 51,6% pada tahun 2000, membuat kemajuan lebih banyak daripada negara lain.

Mencapai air bersih dan sanitasi telah mendapat keunggulan yang lebih besar lagi dalam tujuan pembangunan berkelanjutan yang baru. Negara harus memastikan ketersediaan dan pengelolaan air dan sanitasi yang berkelanjutan untuk semua orang, dan para ahli telah mengklaim bahwa tanpa kemajuan ini, tujuan dan target lainnya tidak dapat dicapai. Jadi, apa yang bisa dipelajari negara-negara Amerika Latin lainnya dari keberhasilan Paraguay?

Air sebagai prioritas kesehatan masyarakat 

Salah satu cara Paraguay menangani masalah akses air di daerah pedesaan adalah dengan menempatkan dinas sanitasi dan air - Senasa (Servicio Nacional de Saneamiento Ambiental) di dalam departemen kesehatan, membantu memastikan perawatannya sebagai prioritas kesehatan masyarakat.

"Meskipun masih banyak tantangan, memang benar ada banyak kemajuan dalam 25 tahun terakhir ini karena cara Paraguay mengatur segalanya," kata Germán Sturzenegger, spesialis air dan sanitasi senior di bank pengembangan Inter-Amerika. (IDB).

Pada tahun 2007, Paraguay juga mengakui akses hukum terhadap air yang memadai dan berkualitas sebagai hak asasi manusia, tiga tahun sebelum hak atas air dan sanitasi diakui oleh PBB.

Target ambisius untuk meningkatkan penyediaan air ledeng di daerah perkotaan dan pedesaan ditetapkan. Skema yang inovatif, seperti model layanan masyarakat Marecos adalah bagian dari, diluncurkan dengan subsidi untuk masyarakat yang kurang dari 150 orang.
Di masyarakat pedesaan, model ini bekerja dengan memberikan tanggung jawab untuk air dan sanitasi ke dewan - yang dikenal sebagai Juntas de Saneamiento - yang dijalankan oleh sukarelawan. Ada lebih dari 2.500 asosiasi masyarakat ini di daerah pedesaan dan komunitas kecil di pinggiran kota di Paraguay, salah satu negara pertama yang mempromosikan model semacam ini.

Dewan tidak hanya memulihkan biaya pemeliharaan dan operasi melalui pengaturan tarif air, namun juga membayar sebagian biaya modal - yang digunakan untuk membangun infrastruktur pada awalnya - ke kas nasional. Keluarga pedesaan membayar $ 3-5 per bulan untuk layanan airnya, yang biasanya dibayar tunai kepada anggota dewan.

"Pemerintah Paraguay, sebagian besar melalui Senasa, telah menciptakan metode yang baik untuk bekerja dengan masyarakat kecil, menciptakan dewan dan melatih mereka untuk mengoperasikan, memelihara dan menjalankan sistem di tingkat administrasi," kata Sturzenegger. "Mereka terus mendapat bantuan teknis, yang tidak selalu terjadi di negara lain. Model ini adalah salah satu alasan mengapa sistem secara keseluruhan berkelanjutan. "

Model manajemen layanan ini pertama kali dipromosikan dan dibiayai dengan pinjaman awal $ 6 juta dari Bank Dunia pada tahun 1977. Dalam 20 tahun terakhir, bank, IDB dan pemerintah Spanyol telah membantu untuk meningkatkannya. IDB telah menginvestasikan $ 64 juta dan pemerintah Spanyol $ 60m sejak 2009 melalui Spanish Water Fund. Secara keseluruhan, Bank Dunia telah memberikan pinjaman sebesar $ 150 juta kepada Paraguay untuk proyek air sejak tahun 1977.

"Ada beberapa LSM yang berinvestasi dan mensubsidi namun sebagian besar merupakan dorongan pemerintah nasional untuk memperbaiki pembiayaan eksternal," kata Sturzenegger.

Mengajukan pertanyaan yang tepat

Paraguay berfokus pada keberlanjutan, atau "bantuan berbasis keluaran" kata Maria Angelica Sotomayor, manajer unit program global di Bank Dunia. "Banyak hal yang dilakukan Bank Dunia saat ini pertama kali diujicobakan di Paraguay karena itulah cara mereka ingin melakukannya," katanya.

Pada 1990-an, serta bekerja dengan Paraguay, timnya bekerja dengan Peru dalam proyek serupa. "Perbedaan antara Paraguay dan negara-negara lain di Amerika Latin adalah bahwa mereka menaruh banyak penekanan pada keberlanjutan ... Paraguay adalah salah satu negara termiskin di Amerika Selatan, sementara Peru adalah salah satu negara terkaya. Saat itu, keinginan objektif dan politik di Peru adalah 'membangun, membangun, membangun', sedangkan Paraguay berfokus pada apa yang sekarang kita definisikan sebagai keberlanjutan, "kata Sotomayor.

Masih banyak tantangan untuk memastikan layanan air dan sanitasi yang aman dan mudah diakses untuk semua orang di Paraguay, kata Sturzenegger, termasuk memberikan layanan yang lebih baik di daerah pedesaan, menjangkau penduduk asli, memastikan pengawasan kualitas air yang memadai, dan meningkatkan dana untuk mencapai target nasional.

Tapi sejak awal, kunci pendekatan Paraguay adalah fokus pada keberlanjutan. Sotomayor mengatakan: "Mereka memberi banyak perhatian, memikirkan bagaimana Anda bisa membangun sebuah sistem tapi siapa yang akan mengoperasikannya dan bagaimana Anda akan mengelolanya? Siapa yang bertanggung jawab di daerah pedesaan jika pompa tangan rusak? Mereka mengajukan pertanyaan yang tepat. "

Bergabunglah dengan komunitas profesional dan kemanusiaan pembangunan kita. Ikuti @GuardianGDP di Twitter, dan mintalah pendapat Anda tentang masalah seputar air dalam pengembangan menggunakan # H2Oideas.

Artikel ini bersumber dari laman web  www.theguardian.com, dimuat pada 26 Mei 2017.

20 Macam Jenis Penyakit Yang Disebabkan Oleh Virus

Sel-sel pada tubuh manusia, terkait perkembangan dan fungsinya, dapat terganggu oleh adanya infeksi karena mikroorganisme yang disebut Virus. Tipe sel yang terinfeksi dan tipe virus yang menginfeksi akan menyebabkan penyakit dan gejala yang berbeda-beda juga.
Berikut 20 Macam Jenis Penyakit Yang Disebabkan Oleh Virus
1. Cacar Air (Varisela)
Penyakit cacar air, secara medis disebut varisela, umumnya diderita oleh anak-anak yang berusia di bawah 10 tahun dan lebih jarang menyerang orang dewasa. Hampir semua orang dewasa yang pernah mengidap cacar air tidak akan tertular lagi.

Penyakit yang disebabkan oleh virus varisela zoster ini umumnya ditandai dengan munculnya ruam pada kulit yang menjadi gejala utama cacar air. Ruam tersebut akan berubah menjadi bintil merah berisi cairan yang terasa gatal yang kemudian akan mengering, menjadi koreng, dan terkelupas dalam waktu 7-14 hari. Bagian-bagian tubuh yang biasa ditumbuhi bintil cacar air adalah wajah, belakang telinga, kulit kepala, lengan dan kaki.
2. Campak
Campak adalah infeksi yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini akan memunculkan ruam di seluruh tubuh dan sangat menular. Campak bisa sangat mengganggu dan mengarah pada komplikasi yang lebih serius. Gejala campak mulai muncul sekitar satu hingga dua minggu setelah virus masuk ke dalam tubuh.

3. Chikungunya
Chikungunya adalah virus yang menyerang manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Nyamuk ini berperan sebagai perantara atau vektor yaitu organisme yang membawa virus chikungunya di dalam tubuhnya tanpa terjangkiti. Keduanya adalah jenis nyamuk sama yang menyebabkan demam berdarah.

Penyebab dan gejalanya yang serupa menyebabkan penyakit chikungunya sering didiagnosis secara keliru sebagai penyakit demam berdarah.
Chikungunya biasanya terjadi di daerah yang mengalami curah hujan tinggi. Kasus chikungunya telah teridentifikasi di sekitar 40 negara yang sebagian besar berada di Asia dan Asia Tenggara, Afrika Barat dan Timur, serta di sekitar Lautan Hindia.
4. Demam Berdarah (DBD)
Demam berdarah atau DBD adalah penyakit yang membuat penderitanya mengalami rasa nyeri yang luar biasa, seolah-olah terasa sakit hingga ke tulang.

DBD disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Diperkirakan bahwa ada seratus juta kasus demam berdarah yang terjadi pada tiap tahunnya di seluruh dunia. Sebagian diantaranya mewabah secara tiba-tiba dan menjangkiti ribuan orang dalam waktu singkat.
5. Ebola
Ebola menjadi pusat perhatian dunia karena epidemi yang akhir-akhir ini terjadi. Wabah kali ini tercatat sebagai yang paling tinggi sepanjang sejarah oleh WHO. Hingga saat ini, belum ada kasus Ebola yang ditemukan di Indonesia. Tetapi kewaspadaan harus tetap kita tingkatkan agar dapat terhindar dari penyakit mematikan ini.

Penyakit ini disebabkan oleh virus dan dapat berakibat fatal jika segera tidak ditangani. Para pakar menduga bahwa virus Ebola sudah hidup dalam tubuh kelelawar pemakan buah atau codot. Virus tersebut kemudian menyebar ke hewan lain dan kemungkinan menjangkiti manusia melalui darah saat mereka membersihkan darah hewan buruan yang sudah terkontaminasi.
6. Flu
Semua orang pasti pernah mengidap flu. Penyakit ini terjadi akibat infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan.

Masa inkubasi flu termasuk singkat. Anda akan mengalami gejala hanya dalam beberapa hari setelah pertama kali terinfeksi. Masa di mana flu paling menular adalah sehari sebelum gejala muncul dan sekitar enam hari berikutnya.
7. Flu Babi
Flu babi adalah istilah untuk salah satu jenis influenza yang disebabkan oleh virus H1N1. Istilah flu babi muncul karena galur virus penyebabnya mirip dengan virus influenza yang menyebabkan influenza pada babi.

Pada tahun 2009, penularan penyakit ini terjadi secara global dan kemudian berakhir pada tahun 2010. Menurut Departemen Kesehatan Indonesia terdapat kurang lebih 100 kasus infeksi flu babi di tahun 2009-2011. Meski demikian, langkah pencegahan tetap diperlukan dan salah satunya bisa melalui vaksinasi influenza tahunan.
8. Flu Burung
Flu burung merupakan suatu jenis penyakit influenza yang ditularkan oleh burung kepada manusia. Virus yang masuk ke tubuh manusia akan berinkubasi terlebih dahulu selama 3-7 hari sebelum menimbulkan gejala.

Seseorang yang terkena flu burung akan mengalami gejala utama, seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, pilek, batuk, dan gangguan pernapasan.
9. Flu Singapura
Flu Singapura atau biasa dikenal juga dengan penyakit Kaki, Tangan, dan Mulut merupakan infeksi menular yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini biasanya menyerang anak kecil tapi bisa juga terjadi pada orang dewasa.

Pengidap flu Singapura biasanya mengalami bintil-bintil air dan luka-luka di sekitar atau di mulut, tangan dan kaki. Tapi, terkadang luka-luka tersebut juga muncul di siku tangan, bokong, lutut, dan lipat paha.
10. Gondongan
Gondongan adalah penyakit yang menyebabkan kelenjar parotid (kelenjar yang memproduksi air liur) mengalami pembengkakan oleh karena infeksi virus. Kelenjar ini terletak tepat di bawah telinga di samping wajah. Karena itu orang yang mengalami gondongan, bagian sisi wajahnya akan terlihat membesar.

Penyakit gondongan merupakan penyakit menular dan umumnya diderita oleh anak-anak. Penyakit ini disebabkan oleh salah satu virus dari keluarga paramyxovirus yang penyebarannya mirip dengan virus flu, misalnya apabila kita turut menghirup udara yang terkontaminasi virus gondongan saat berada di dekat penderita gondongan yang bersin atau batuk.
11. Hepatitis
Hepatitis adalah timbulnya radang pada hati yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis. Ada lima tipe virus hepatitis yaitu hepatitis A,B,C,D,E masing-masing dengan gejala, cara penularan dan penanganan yang berbeda-beda.

12. Herpes Zoster
Herpes zoster umumnya dialami para manula, terutama yang berusia di atas 50 tahun. Penyakit yang juga dikenal dengan istilah cacar api atau cacar ular ini disebabkan oleh virus yang sama dengan virus penyebab cacar air, yaitu varisela zoster. Virus varisela yang menetap di dalam tubuh bahkan setelah cacar air sembuh, dapat kembali aktif di kemudian hari dan menyebabkan herpes zoster.

Penyakit ini umumnya tidak mengancam jiwa, tapi dapat menyebabkan rasa sakit yang parah. Karena itu, segera hubungi dokter jika Anda merasakan gejala-gejalanya agar dapat ditangani sedini mungkin.
13. HIV & AIDS
HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh. Virus ini melemahkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi dan penyakit.

Tidak ada obat untuk HIV, tapi ada pengobatan yang bisa digunakan untuk memperlambat perkembangan penyakit. Pengobatan ini akan membuat orang yang terinfeksi untuk hidup lebih lama sehingga bisa menjalani hidup dengan normal.
Dengan diagnosis HIV dini dan penanganan yang efektif, pengidap HIV tidak akan berubah menjadi AIDS. AIDS adalah stadium akhir dari infeksi virus HIV. Pada tahap ini, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya.
14. Kutil
Kutil merupakan suatu kondisi yang disebabkan oleh virus Human papillomavirus atau HPV. Virus HPV hidup pada sel-sel kulit dan memiliki lebih dari 100 jenis. Ada sekitar 60 jenis HPV penyebab kutil yang biasanya menginfeksi bagian-bagian tubuh seperti kaki dan tangan, sementara 40 di antaranya memicu munculnya kutil kelamin.

15. MERS
MERS atau Middle East Respiratory Syndrome adalah penyakit saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus korona. Asal virus korona belum diketahui secara pasti, tapi para pakar menduga bahwa virus ini kemungkinan besar berasal dari unta yang tinggal di Arab Saudi dan sekitarnya.

MERS memang menular, tapi penularannya tidak semudah flu biasa. Virus penyebab MERS umumnya menyebar melalui kontak langsung, misalnya pada orang yang merawat penderita MERS tanpa menerapkan pencegahan penularan terhadap diri sendiri.
16. Polio
Polio atau poliomyelitis adalah penyakit virus yang sangat mudah menular dan menyerang sistem saraf. Pada kondisi penyakit yang bertambah parah, bisa menyebabkan kesulitan bernapas, kelumpuhan, dan pada sebagian kasus menyebabkan kematian.

Sejak awal tahun 2014, WHO (World Health Organization) telah menyatakan Indonesia sebagai salah satu negara yang bebas dari penyakit ini berkat program vaksinasi polio yang luas.
17. Rabies
Rabies atau umumnya dikenal sebagai penyakit “anjing gila”, merupakan penyakit serius yang menyerang otak dan sistem saraf.

Virus rabies yang ada pada hewan dapat menular pada manusia melalui gigitan, cakaran, atau bahkan jilatan, dan semburan air liur yang mengenai mata dan bekas luka di kulit manusia. Virus rabies berasal dari keluarga virus penjangkit mamalia yang disebut dengan lyssaviruses.
18. Roseola
Roseola atau dalam istilah medis lainnya disebut roseola infantum, merupakan infeksi virus yang menyerang bayi atau anak-anak dengan gejala utama berupa demam dan ruam merah muda di kulit. Usia enam bulan hingga satu setengah tahun merupakan usia yang paling rentan terkena kondisi ini.

19. Rubella
Rubella atau campak Jerman umumnya menyerang anak-anak dan remaja. Penyakit ini disebabkan oleh virus rubella dan dapat menyebar dengan sangat mudah.

Penularan utamanya dapat melalui titik-titik air di udara yang berasal dari batuk atau bersin penderita. Berbagi makanan atau minuman dengan penderita juga dapat menularkan rubella. Sama halnya jika Anda menyentuh mata, hidung, atau mulut Anda setelah memegang benda yang terkontaminasi virus rubella.
20. Virus Zika
Infeksi virus Zika terjadi melalui perantara gigitan nyamuk Aedes, terutama spesies Aedes aegypti. Penyakit yang disebabkannya dinamakan sebagai Zika, penyakit Zika (Zika disease) ataupun demam Zika (Zika fever).

Virus Zika yang telah menginfeksi manusia dapat menimbulkan beberapa gejala, seperti demam, nyeri sendi, konjungtivitis (mata merah), dan ruam. Gejala-gejala penyakit Zika dapat menyerupai gejala penyakit dengue dan chikungunya, serta dapat berlangsung beberapa hari hingga satu minggu.


Artikel ini dikutip dari laman grup facebook IAKMI (Ikaran Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia) 

Sunday, April 23, 2017

Kenali Gejala TBC pada Anak


Anak yang tengah dalam masa pertumbuhan bisa saja mengalami hambatan, karena sering sakit-sakitan.Pertumbuhan yang terhambat bisa menyebabkan stanting. Salah satu penyebab anak sering sakit yaitu karena penyakit infeksi. Tuberkulosis merupakan salah satu penyakit infeksi yang bisa menyerang anak. Apalagi penyakit ini di Indonesia masih merupakan penyakit endemis karen sayangnya, tuberkulosis sering diidentikkan dengan kekurangan gizi, mereka yang tinggal di daerah kumuh, atau kemiskinan.
Penyakit ini bukan hanya bisa terjadi pada orang dewasa, tetapi dapat juga terjadi pada anak-anak. Alhasil banyak yang merasa gengsi atau malu ketika seseorang mengalami penyakit ini. Tidak hanya orang dewasa yang perlu mewaspadai TBC. Terlebih khusus anak-anak harus mewaspadai penyakit ini. Penyakit ini bisa timbul oleh anak yang mengisap udara yang mengadung kuman TBC. Beberapa gejala awalnya adalah si kecil gampang jatuh sakit, batuk terus-terusan, atau berat badan turun tanpa sebab.
Berbeda dengan TBC pada orang dewasa, TBC pada anak tidak menular. TBC pada anak, kuman berkembang biak di kelenjar paru-paru. Jadi, kuman ada di dalam kelenjar, tidak terbuka. Sementara pada TBC dewasa, kuman berada di paru-paru dan membuat lubang untuk keluar melalui jalan napas. Sehingga pada saat batuk, percikan ludahnya akan mengandung kuman. Kuman inilah yang biasanya terhisap oleh anak-anak, lalu masuk ke paru-paru. Hal inilah yang membuat semakin banyak anak-anak yang terinfeksi dengan TBC.
Sementara itu masalah kurang gizi pada anak menjadi salah faktor yang sangat penting akan terjadinya penularan TBC yang meningkat pada anak-anak. Penyakit kurang gizi bahkan gizi buruk tidak hanya diderita anak yang hidup di bawah garis kemiskinan. “Mereka yang mampu juga bisa terkena penyakit ini. Penyebab kurang gizi tidak sebatas kemiskinan. “Bisa juga karena problem pencernaan yang tidak dapat menyerap asupan gizi secara baik,”. Balita penderita kurang gizi biasanya disertai penyakit penyerta seperti tuberculosis (TBC) dan bronkhitis. Hal ini tentu tidak terlepas dari peranan orang tua dimana sering kali terjadinya kurang gizi pada anak adalah keengganan orang tua untuk membawa balitanya ke posyandu untuk diperiksa perkembangan kesehatannya.
Menurut perkiraan WHO pada tahun 1999, jumlah kasus TB baru di Indonesia adalah 583.000 orang per tahun dan menyebabkan kematian sekitar 140.000 orang per tahun. WHO memperkirakan bahwa TB merupakan penyakit infeksi yang paling banyak menyebabkan menyebabkan kematian pada anak dan orang dewasa. Jumlah seluruh kasus TB anak dari tujuh Rumah sakit (RS) Pusat pendidikan d Indonesia adalah 5 tahun (1998-2002) adalah1086 penyandang TB dengan angka kematian yang bervariasi dari 0%-14,1%. Kelompok usia terbanyak adalah 12-60 bulan (42,9%), sedangkan untuk bayi <12 bulan didapatkan 16,5%.
Sumber: Kompasiana dan Dr. Darryl Virgiawan Tanod


Dari 12 Menjadi 17, Inilah Indikator Keluarga Sehat Versi Pontianak


Dinas Kesehatan Kota Pontianak, mengumpulkan para tokoh masyarakat dan kader posyandu untuk pertemuan dengan Sekjend Kemenkes RI dalam rangka sosialisasi mengenai Implementasi Program Indonesia Sehat Melalui Pendekatan Keluarga.
Kepala Dinkes, Sidiq Handanu, menyebutkan perlunya diundang masyarakat tersebut karena memang ini strategi yang dilakukan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pendekatan keluarga.
“Ini berkaitan dengan suatu pendekatan dalam membangun kesehatan keluarga di Indonesia termasuk Pontianak. Ini merupakan pendekatan baru dalam membangun kesehatn masyarakat yaitu dengan pendekatan keluarga,” ucap Handanu, Senin (3/4/2017).
Dijelaskan Handanu, dengan adanya pendekatan keluarga tersebut, Itu artinya setiap keluarga akan di identifikasi mengenai faktor-faktor yang menyebabkan dan mempengaruhi derajat kesehatannya.
“Itu ada 12 indikator keluarga sehat kalau ditingkat nasional. Namun untuk di Pontianak kita tambahkan menjadi 17. Kita tambahkan lima indikator lokal, terutama yang masih menjadi perhatian serius,” tambahnya.
Kadiskes tersebut menambahkan dalam menjalankan ini juga bersama-sama guna memberikan tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.
Dijelaskan, penyelenggaraan program Idonesia sehat dilakukan dengan pendekatan keluarga dan ditetapkan 12 indikator utama sebagai penanda status kesehatan sebuah keluarga. Indikator-indikator sebagai penanda status kesehatan keluarga tersebut adalah pertama, keluarga mengikuti program keluarga berencana.
Selanjutnya,  ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan.
Ketiga, bayi mendapat imunisasi dasar lengkap.
Keempat, bayi mendapat air susu ibu (ASI) eksklusif. Kelima, balita mendapatkan pemantauan pertumbuhan. Keenam, penderita tiberculosis paru mendapatkan pengobatan sesuai standar.
Ketujuh, penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur. Kedelapan, penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan dan tidak ditelantarkan. Kesembilan, anggota tidak ada yang merokok.
Kesepuluh, keluarga sudah menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional. Kesebelas, keluarga memupunyai akses sarana air bersih, dan kedua belas, keluarga menggunakan jamban sehat
Sedangkan indikator yang ditambahkan oleh Kota Pontianak satu diantaranya, keluarga bebas jentik, cuci tangan pakai sabun, sikat gigi dengan benar, pemeriksaan kehamilan, dan pengobatan diabetes.
Ia juga menjabarkan teknis lapangan mengenai hal tersebut dimana setiap keluarga akan didatangi petugas yang sudah terlatih, berasal dari perguruan tinggi dan lulusan perguruan tinggi bidang kesehatan.
“Kita akan menanyai mengenai indikator keluarga sehat tersebut dan memberikan penyuluhan dan motovasi. Misalnya kalah ia ada bayi apakah setiap bulan selalu ditimbang dan sudahkah diberi imunisasi. Kemudian data yang ada akan dievaluasi,” ucapnya.
Sedangkan untuk tenaga yang akan diturunkan Handanu, sebut setiap Puskesmas minimal ada 10 tenaga survey tersebut.
Saat ini dikatakannya sebetulnya indikator yang ada untuk Kota Pontianak sudah diatas rata-rata dan memang harus terus ditingkatkan lagi.
“Ada beberapa yang harus didorong lagi, seperti keluarga bebas jentik, kebiasan merokok,” pungkas Handanu.

 Sumber : http://kesmas-id.com/

Menkes Komitmen Lakukan Reformasi Kesehatan, Implementasinya Dengan Program Germas


Menteri Kesehatan Nila F Moeloek berkomitmen melakukan reformasi kesehatan untuk menjamin seluruh masyarakat mendapatkan hak yang sama dalam pelayanan kesehatan. Implementasinya dengan program Indonesia Sehat dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).
“Organisasi kesehatan dunia WHO gunakan istilah reformasi kesehatan. Di Indonesia dengan Indonesia Sehat. Guna mencapai terwujudnya masyarakat sehat, mandiri, dan berkeadilan. Program pertama Health Coverage supaya masyarakat yang menderita miskin tak makin miskin dengan Jaminan Kesehatan Nasional,” jelasnya dalam Seminar dan Lokakarya Kesehatan di Kampus Universitas Indonesia (UI) Depok, Kamis (20/4).
Nila menyebutkan sejumlah masalah kesehatan di Indonesia terdiri dari gabungan masalah Angka Kematian Ibu (AKI), anak kurang gizi, angka penyakit menular seperti HIV/AIDS, TBC dan malaria yang tak terkendali. Belum lagi dalam satu dekade terakhir makin berat terjadinya penyakit tak menular seperti diabetes, hipertensi, dan gagal ginjal.
“Satu dekade ini makin berat penyakit tak menular yang menyerang semua kalangan. Strata ekonomi paling rendah punya prevalensi paling banyak. Ini paling banyak habiskan biaya APBN sebesar 30 persen di rumah sakit,” papar Nila.
Perubahan promosi kesehatan dilakukan dengan penyediaan air bersih, rumah layak huni, batasi konsumsi lemak, garam, dan gula serta menekan jumlah perokok. Kampanye Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga terus dilakukan. “Reformasi bidang kepemimpinan dan tata kelola. Keharmonisan antara pemerintah pusat dan daerah,” tegasnya.
Nila menambahkan tindakan pencegahan penyakit diperlukan dengan dibagi menjadi tiga strata layanan kesehatan yaitu primer, sekunder, dan tersier. Masyarakat diminta untuk datang ke dokter layanan primer terlebih dahulu di fasilitas kesehatan pertama seperti klinik dan puskesmas.
“Layanan primer yaitu kontak pertama pasien dalam rangka pencegahan penyakit. Sekunder yaitu layanan spesialistik dan tersier layanan subspesialistik. Sekunder dan tersier dilakukan di rumah sakit. Sehingga sistem rujukan berjenjang ini bisa efektif dilakukan,” tutupnya.
Sumber : http://kesmas-id.com/

Pelatihan Jabatan Fungsional Tertentu Rumpun Kesehatan Di BAPELKES


Analis Diklat at Bapelkes DIY
Di dalam UU No 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara pada pasal 70, Setiap Pegawai ASN memiliki hak dan kesempatan untuk mengembangkan kompetensi, Pengembangan kompetensi tersebut antara lain melalui pendidikan dan pelatihan, seminar, kursus, dan penataran, oleh sebab itu pelatihan bagi ASN menjadi penting dan strategis guna mewujudkan aparatur yang benar-benar mampu menggerakkan roda system pelayanan pemerintah sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Sebagai institusi pelatihan yang telah terakreditasi penuh dari Pusat Pelatihan SDM Kesehatan Badan PPSDM Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Dinas Kesehatan DIY adalah satu-satunya institusi penyelenggara pelatihan kesehatan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, sesuai dengan tugas dan fungsinya maka pelatihan kesehatan diselenggarakan oleh Bapelkes DIY dan khususnya Pelatihan Jabatan Fungsional Tertentu rumpun kesehatan di wilayah DIY diselenggarakan wajib di Bapelkes DIY berdasar Permenkes RI Nomor 78 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Fungsional Kesehatan.
Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) adalah kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak seorang Pegawai Negeri Sipil dalam suatu satuan organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada kehalian/ dan atau keterampilan tertentu serta bersifat mandiri. Dalam rangka mencapai tujuan nasional, dibutuhkan adanya Pegawai Negeri Sipil dengan mutu profesionalisme yang memadai, berdayaguna dan berhasilguna di dalam melaksanakan tugas umum pemerintahan dan pembangunan. Pegawai Negeri Sipil perlu dibina dengan sebaik-baiknya atas dasar system karier dan prestasi kerja.

Jabatan fungsional pada hakekatnya adalah jabatan teknis yang tidak tercantum dalam struktur organisasi, namun sangat diperlukan dalam tugas-tugas pokok dalam organisasi Pemerintah. Jabatan fungsional Pegawai Negeri Sipil terdiri atas jabatan fungsional keahlian dan jabatan fungsional keterampilan, kenaikan pangkatnya disyaratkan dengan angka kredit.
Jabatan fungsional keahlian adalah kedudukan yang menunjukkan tugas yang dilandasi oleh pengetahuan, metodologi dan teknis analisis yang didasarkan atas disiplin ilmu yang bersangkutan dan/ atau berdasarkan sertifikasi yang setara dengan keahlian dan ditetapkan berdasarkan akreditasi tertentu.
Sedangkan jabatan fungsional ketrampilan adalah kedudukan yang menunjukkan tugas yang mempergunakan prosedur dan teknik kerja tertentu serta dilandasi kewenangan penanganan berdasarkan sertifikasi yang ditentukan.
Jabatan fungsional dan angka kredit jabatan fungsional ditetapkan oleh Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur Negara dengan memperhatikan usul dari pimpinan instansi pemerintahan yang bersangkutan, yang selanjutnya bertindak sebagai Pembina jabatan fungsional.
Secara umum jabatan fungsional dijelaskan dalam Peraturan Pemerintah (PP) RI nomor 16 tahun 1994. Peraturan tersebut menegaskan tugas seorang pejabat fungsional didasarkan pada keahlian atau keterampilan tertentu dan bersifat mandiri.
Salah satu diantara sekian banyak jabatan fungsional yang ada adalah jabatan fungsional kesehatan. Jabatan fungsional kesehatan merupakan suatu bentuk pengakuan dari pemerintah atas kemampuan orang yang bersangkutan secara intelektual dan emosional. Sedangkan kemandirian merupakan salah satu ciri dari dimensi kematangan seseorang yang dapat dilihat dari perubahan yang tadinya penuh ketergantungan menjadi mandiri.
Dalam mencapai dimensi kematangan seseorang untuk bekerja pada suatu institusi, perlu ditunjang dengan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan, sehingga seorang JFT lebih meningkatkan diri dalam bekerja, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini sejalan dengan slogan Kabinet Presiden Jokowi yaitu Kerja, Kerja dan Kerja.

Jabatan fungsional kesehatan akan memberikan peluang untuk berkiprah lebih baik di bidang kesehatan. Karir seorang pejabat fungsional sangat ditentukan oleh kinerjanya sendiri dan memungkinkan untuk memburu kenaikan pangkat yang lebih cepat pada setiap dua tahun. Lebih menguntungkan disbanding jabatan structural dengan formasi terbatas.
Pelatihan adalah proses pembelajaran dalam rangka meningkatkan kinerja, profesionalisme dan atau menunjang pengembangan karier tenaga kesehatan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Keberadaan jabatan fungsional dalam organisasi memiliki posisi yang sangat vital. Perubahan lingkungan organisasi yang begitu cepat menuntut setiap pejabat fungsionel melaksanakan tugas secara profesional sesuai kompetensi yang dimiliki. Pengembangan jabatan fungsional berbasis kompetensi dilakukan agar setiap pejabat fungsional meningkatkan kinerjanya sesuai dengan tujuan dan sasaran oragnisasi dengan standar kinerja yang telah ditetapkan. Kompetensi menyangkut kewenangan setiap individu untuk melakukan tugas atau mengambil keputusan sesuai dengan perannya dalam organisasi yang relevan dengan pengetahuan, kehalian, dan kemampuan yang dimiliki serta menjunjung tinggi etika profesi.
Jenis-jenis Jabatan Fungsional Tertentu Rumpun Kesehatan
Terdapat 28 jenis jabatan fungsional rumpun kesehatan di bawah pembinaan teknis Kementerian Kesehatan, dan bersama-sama dengan Kemeterian PAN RB terkait dengan regulasi dan ketentuan secara administratifnya, terkait dengan penilaian angka kredit dan persyaratan lainnya.
Adapun ke 28 jenis jabatan fungsional tersebut adalah sebagai berikut:
1.       Administrator kesehatan
2.       Apoteker
3.       Asisten apoteker
4.       Bidan
5.       Dokter
6.       Dokter gigi
7.       Epidemiolog kesehatan
8.       Entomology kesehatan
9.       Fisioterapis
10.   Nutrisionis
11.   Okupasi terapis
12.   Ortosis prosthesis
13.   Penyuluh kesehatan masyarakat
14.   Perawat
15.   Perawat gigi
16.   Perekam medis
17.   Pranata lab. Kes
18.   Radiographer
19.   Refraksionis optisien
20.   Sanitarian
21.   Teknik elektromedis
22.   Terapis wicara
23.   Teknisi gigi
24.   Teknik transfusi darah
25.   Fisikawan medis
26.   Psikolog klinis
27.   Dokter pendidik klinis
28.   Pembimbing kesehatan kerja

Pelaksanaan
Pelaksanaan pelatihan bagi jabatan fungsional tertentu kesehatan terdiri dari pelatihan pengangkatan pertama, pelatihan dasar dan pelatihan berjenjang serta pelatihan yang mendukung bagi jabatan fungsional tersebut. Pelaksanaan pelatihan diselenggarakan oleh dan di Bapelkes.
Pelatihan jabatan fungsional pengangkatan pertama adalah prasyarat bagi PNS/ASN untuk diangkat dalam jabatan fungsional kesehatan tertentu. Pelatihan dasar merupakan prasyarat untuk tetap dapat menduduki jabatn fungsional kesehatan tertentu dan pelatihan berjenjang juga merupakan prasyarat bagi JFT untuk naik ke jenjang jabatan setingkat lebih tinggi atau dari terampil ke jenjang ahli. Sedangkan pelatihan yang mendukung jabatan fungsional tersebut adalah pelatihan teknis yang meliputi kategori pelatihan manajemen kesehatan, pelatihan upaya kesehatan, pelatihan penunjang fungsional dan pelatihan teknis profesi. Di dalam pelatihan ini sertifikat pelatihan sesuai dengan ketentuan dan kepadanya diberikan nilaui atas jam pelajaran yang telah diikuti dalam pelatihan tersebut yang dapat dimasukkan dalam usulan penilaian angka kredit yang masuk dalam kelompok penilaian utama.
Bapelkes DIY telah melatih para calon dan peserta yang telah menduduki jabatan fungsional tertentu rumpun kesehatan baik pengangkatan pertama, pelatihan dasar maupun pelatihan berjenjang bagi aparatur di seluruh wilayah DIY, dan akan membuka pelatihan bagi calon atau pejabat fungsional untuk seluruh PNS yang berminat secara mandiri.

 Sumber : http://kesmas-id.com/